Kampanye Bertani Urban (Kamberu) merupakan sebuah gerakan pembelajaran wirausaha pertanian berkelanjutan di SMA Negeri 8 Manado yang melibatkan kolaborasi siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua. Nama Kamberu terinspirasi dari babak pertama Tarian Maengket, warisan luhur budaya Minahasa, yang disebut Maowey Makamberu, di mana gerak dan lagunya dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian berlipat ganda. Kata “kamberu” dalam beberapa dialek bahasa daerah Minahasa disebut juga “kan weru” yang berarti makanan baru. Program ini merupakan brand SMA Negeri 8 Manado dalam upayanya membantu mengentaskan masalah krisis regenerasi petani muda di Indonesia.
Kamberu merupakan sebuah program yang masih terbilang baru di SMA Negeri 8 Manado. Program ini diinisiasi oleh Kepala Sekolah, Dra. Mediatrix Ngantung, M.Pd. pada awal Tahun 2024, dengan menunjuk Bapak Marthen Meruntu selaku orang tua siswa untuk menjadi instruktur. Dalam program ini, para siswa diajarkan teknik pertanian modern, seperti aquaponik dan budidaya jamur tiram. Aquaponik merupakan teknik yang memanfaatkan bahan bekas daur ulang, yakni botol plastik yang dialiri air, sebagai wadah untuk menanam sayur. Melalui teknik ini, siswa dapat menanam hanya dengan memanfaatkan lahan kecil. Selain itu, di bagian bawah sayur yang ditanam, terdapat kolam ikan yang membantu memberikan nutrisi agar tanaman dapat tumbuh tanpa diberi pupuk tambahan. Adapun budidaya jamur tiram dilakukan dengan memanfaatkan ruang lembab yang diisi dengan media tanam campuran sekam kayu dan bahan lain.
Meskipun terbilang baru, dalam perjalanannya, Kamberu telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dan telah menjadi wadah pembelajaran pertanian lintas sekolah bahkan universitas. Keberhasilan Kamberu dalam meng-kampanye-kan semangat pertanian bagi generasi muda Indonesia membuat program ini mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pada panen perdana hasil pertanian Kamberu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs. Steven. Kandouw, hadir secara langsung memberikan dukungannya. Tak berselang lama, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Kamberu mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Utara, Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E. Penghargaan ini diberikan kepada Kepala Sekolah sebagai inisiator dan Orang Tua Siswa yang menjadi instruktur program.
Pada bulan Juni 2024, SMA Negeri 8 Manado mendapat kunjungan dari Dirjen PAUD Dikdasmen Kemdikbudristek, Dr. Iwan Syahril, Ph.D. Melalui kunjungan ini, Dirjen melihat secara langsung Program Kamberu yang telah dikerjakan secara bergotong royong oleh warga sekolah. Keberadaan program ini membuat SMA Negeri 8 Manado dikatakan sukses dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sehingga Sekolah kemudian diundang terlibat dalam Festival Kurikulum Merdeka yang diadakan di Jakarta oleh Kemdikbudristek. Dalam Festival ini, Pak Marthen Meruntu menjadi narasumber yang hadir untuk menceritakan kolaborasi orang tua dengan sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Di waktu yang bersamaan, pada Festival Kurikulum Merdeka yang diadakan di Balai Penjamin Mutu Pendidikan Sulawesi Utara, Kepala Sekolah dan para siswa juga mendapat kesempatan untuk berbagi praktik baik terkait pelaksanaan Program Kamberu dan membawa pulang berbagai penghargaan prestisius.
Selain mendapatkan berbagai penghargaan, Kamberu berhasil membuka kemitraan hingga ke skala global. Keberadaan program ini mengantar SMA Negeri 8 Manado terpilih menjadi satu-satunya perwakilan SMA di Indonesia untuk mengikuti Young Eco Stars Programme (YES-P), sebuah gerakan pendidikan lingkungan yang berada di bawah naungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. YES-P memberikan pendidikan lingkungan kepada para siswa SMA dan mahasiswa pilihan dari 3 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, dan Nigeria. Hingga saat ini, kegiatan YES-P masih sedang berjalan dengan melibatkan 14 siswa dari SMA Negeri 8 Manado.
Keberlanjutan Program Kamberu terus diupayakan dengan melakukan evaluasi dan pembenahan dari berbagai aspek sehingga program ini diharapkan dapat menjadi penggerak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam kegiatan pertanian dan cinta lingkungan. Kamberu juga tengah berkolaborasi dengan Tim Robotik, Perfilman, dan Sanggar Nuraga SMA Negeri 8 Manado dalam mempersiapkan Festival Panen Karya yang mengawinkan pertanian dengan teknologi dan kesenian, dengan harapan agar hal ini dapat meningkatkan kecintaan generasi muda dalam dunia pertanian.
