Tondano, 5 Agustus 2024 — Siswa SMAN 8 Manado, Gerry Bawole dan Vanessa Sitorus, diundang mengikuti Kegiatan Jambore Moderasi Beragama Pelajar Lintas Agama Sulawesi Utara sebagai perwakilan pelajar beragama Buddha dan Katolik. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 2-4 Agustus 2024 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bertempat di Pusat Spiritualitas Gunung Karmel Tampusu, Tondano, Kabupaten Minahasa. Kegiatan Jambore dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I. dan berlangsung selama 3 hari.
Sebanyak 40 peserta pelajar perwakilan agama Kristen Katolik, Buddha, Kristen Protestan, Islam, dan Hindu di tingkat SMA/SMK/MA yang ada di Sulawesi Utara mendapatkan pembekalan dengan tema: “Pelajar Moderat, Rukun, Damai, dan Toleran”. Melalui berbagai materi, diskusi, serta kegiatan kebersamaan yang diadakan, para siswa diberi penguatan tentang moderasi beragama agar mereka mampu memahami bagaimana cara pandang dalam beragama secara moderat dan mengamalkan ajaran yang tidak ekstrim dalam praktik beragama sehingga karakter moderat dapat terbentuk sejak muda.
Sitorus mengungkapkan kesannya selama mengikuti Jambore Moderasi Beragama.
“Kegiatan ini sangat seru karena mengajarkan kami untuk saling bekerja sama dan saling menghargai satu sama lain walaupun berbeda kepercayaan dan agama. Kami juga lebih banyak mengetahui tentang agama-agama lain, seperti cara mereka berdoa dan pengetahuan dari agama lainnya.”

