Kamberu

SMA Negeri 8 Manado Transformasi Bersama Siswa Melalui Program Kamberu

Manado, 19 Februari 2024 – SMA Negeri 8 Manado menciptakan gebrakan positif melalui Program Kampanye Bertani Urban (Kamberu), menandai langkah maju dalam pendidikan berkelanjutan dan kewirausahaan. Kamberu juga menjadi wahana bagi siswa-siswi SMA Negeri 8 Manado untuk berkolaborasi dalam Program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).

Program ini dimulai dengan pembangunan sistem aquaponic yang menjadi langkah inovatif pertama di SMA Negeri 8 Manado. Dalam sistem ini, tanaman ditanam di atas botol aqua bekas yang dialiri air dari kolam ikan yang berada di bawahnya. Proses pertukaran nutrisi antara tanaman dan ikan menciptakan lingkungan yang saling menguntungkan, menghasilkan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Proyek lainnya dalam program ini akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.

Kepala Sekolah, Mediatrix M. Ngantung, menunjukkan komitmen penuh dengan turut serta meletakkan tanaman ke wadah plastik bekas dan selanjutnya menempatkannya ke dalam botol yang sudah terhubung dengan selang air. Sistem penanaman ini disebut aquaponic. Guru-guru juga ikut serta secara bergantian meletakkan tanaman, menunjukkan keterlibatan seluruh staf pendidik dalam mendukung keberhasilan Program Kamberu.

Antusiasme siswa-siswa SMA Negeri 8 Manado sangat terlihat dalam kegiatan ini. Dengan semangat tinggi, mereka berpartisipasi aktif dalam merakit alat-alat, meletakkan benih, hingga merawat tanaman. Partisipasi siswa tidak hanya sebagai tugas, tetapi juga sebagai upaya mendorong pendidikan yang berkelanjutan dan pengembangan kewirausahaan.

Dalam wawancara singkat, Ngantung menegaskan komitmen SMA Negeri 8 Manado untuk terus mengembangkan Program Kamberu.

“Ini adalah awal yang baik dan kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam pendidikan dan lingkungan di SMA Negeri 8 Manado,” ujarnya.

Selain itu, program ini juga membuka ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengerjakan proyek. Siswa-siswi belajar bekerja tim, mengasah keterampilan sosial, dan mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam situasi nyata.

Dengan demikian, SMA Negeri 8 Manado melalui Program Kamberu tidak hanya mencetak generasi berkarakter, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang menggabungkan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan P5 dengan kewirausahaan bidang pertanian. Siswa-siswi bukan hanya menjadi peserta pasif dalam proyek, melainkan bisa belajar bertanggung jawab, kreatif, kolaboratif dan penuh kepedulian terhadap lingkungan.